<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Duanasaputra's Blog</title>
	<atom:link href="http://duanasaputra.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://duanasaputra.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Fri, 22 May 2009 07:40:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='duanasaputra.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Duanasaputra's Blog</title>
		<link>http://duanasaputra.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://duanasaputra.wordpress.com/osd.xml" title="Duanasaputra&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://duanasaputra.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>KaPasiTor</title>
		<link>http://duanasaputra.wordpress.com/2009/05/22/kapasitor/</link>
		<comments>http://duanasaputra.wordpress.com/2009/05/22/kapasitor/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 May 2009 07:40:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>duanasaputra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fisika Dasar]]></category>
		<category><![CDATA[Kapasitor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duanasaputra.wordpress.com/?p=124</guid>
		<description><![CDATA[PENGERTIAN KAPASITOR Kapasitor (kondensator) dalam rangkaian elektronika dilambangkan dengan huruf ‘C’ adalah suatu alat yang dapat menyimpan energi/muatan listrik di dalam medan listrik, dengan cara mengumpulkan ketidakseimbangan internal dari muatan listrik. Kapasitor ditemukan oleh Michael Faraday (1791-1867). Satuan kapasitor disebut Farad (F). Satu Farad = 9×1011 cm2 yang artinya luas permukaan kepingan tersebut. Struktur sebuah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duanasaputra.wordpress.com&amp;blog=6858191&amp;post=124&amp;subd=duanasaputra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PENGERTIAN KAPASITOR</strong></p>
<p>Kapasitor (kondensator) dalam rangkaian elektronika dilambangkan dengan huruf ‘C’ adalah suatu alat yang dapat menyimpan energi/muatan listrik di dalam medan listrik, dengan cara mengumpulkan ketidakseimbangan internal dari muatan listrik. Kapasitor ditemukan oleh Michael Faraday (1791-1867). Satuan kapasitor disebut Farad (F). Satu Farad = 9×1011 cm2 yang artinya luas permukaan kepingan tersebut.</p>
<p><span class="fullpost"><br />
Struktur sebuah kapasitor terbuat fari dua buah pelat metal yang dipisahkan oleh suatu bahan dielektrik. Bahan-bahan dielektrik yang umumnya dikenal misalnya adalah ruang hampa udara, keramik, gelas, dan lain-lain. Jika kedua ujung pelat metal diberi tegangan listrik, maka muatan-muatan positif akan mengumpul pada ujung metal yang satu lagi. Muatan positif tidak dapat mengalir menuju ujung kutub negatif, dan sebaliknya muatan negatif tidak bisa menuju ke kutub positif, karena terpisah oleh bahan dielektrik yang non-konduktif. Muatan elektrik ini tersimpan selama tidak ada konduksi pada ujung-ujung kakinya. Di alam bebas, fenomena kapasitor ini terjadi pada saat terkumpulnya muatan-muatan positif dan negatif di awan.<span id="more-124"></span></p>
<p><strong>FUNGSI KAPASITOR</strong></p>
<p>Fungsi penggunaan kapasitor dalam suatu rangkaian adalah:</p>
<p>*  Sebagai kopling antara rangkaian yang satu dengan rangkaian yang lain (pada PS = Power supply)<br />
*  Sebagai filter dalam rangkaian PS<br />
*  Sebagai frekuensi dalam rangkaian antenna<br />
*  Untuk menghemat daya listrik pada lampu neon.<br />
*  Menghilangkan bouncing (loncatan api) bila dipasang pada saklar</p>
<p><strong>KAPASITANSI KAPASITOR</strong></p>
<p>Kapasitansi didefinisikan sebagai kemampuan dari suatu kapasitor untuk menampung muatan elektron. Coulomb pada abad ke-18 menghitung bahwa 1 Coulomb = 6,25 x 1018 elektron. Kemudian Michael Faraday membuat postulat bahwa sebuah kapasitor akan memiliki kapasitansi sebesar 1 farad jika dengan tegangan 1 volt dapat memuat muatan electron sebanyak 1 Coulomb. Dengan rumus dapat ditulis:</p>
<p>Q = C . V</p>
<p>Keterangan:</p>
<p>Q = muatan electron dalam C (Coulomb)</p>
<p>C = nilai kapasitansi dalam F (Farad)</p>
<p>V = besar tegangan dalam V (volt)</p>
<p>Kapasitor pelat paralel tersusun atas dua pelat paralel dengan luas A dan jarak antar pelat d. dalam ruang hampa, dengan penjabaran menggunakan hokum Gauss, kapasitansinya adalah :</p>
<p><a href="http://1.bp.blogspot.com/_5GYAFA6nkRQ/Sg36OoSzB9I/AAAAAAAAAJI/deLCD_phEq0/s1600-h/1.bmp"><img style="cursor:pointer;width:150px;height:92px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_5GYAFA6nkRQ/Sg36OoSzB9I/AAAAAAAAAJI/deLCD_phEq0/s320/1.bmp" border="0" alt="" /></a></p>
<p>Kapasitor dengan dielektrik adalah kapasitor dengan material insulator (karet, gelas, kertas, mika, dll). Misalkan sebuah bahan dielektrik disisipkan diantara kedua pelat kapasitor, maka beda potensial antara kedua keping akan turun. Karena jumlah muatan pada setiap keping tetap, kapasitansi naik. Hal ini dapat dirumuskan sebagai</p>
<p><a href="http://3.bp.blogspot.com/_5GYAFA6nkRQ/Sg4EQIYefmI/AAAAAAAAAK4/Km2ij8rrQ1E/s1600-h/TERBARU.bmp"><img style="cursor:pointer;width:126px;height:77px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_5GYAFA6nkRQ/Sg4EQIYefmI/AAAAAAAAAK4/Km2ij8rrQ1E/s320/TERBARU.bmp" border="0" alt="" /></a></p>
<p><strong>RANGKAIAN KAPASITOR</strong></p>
<p>Rangkaian kapasitor secara seri akan mengakibatkan nilai kapasitansi total semakin kecil. Di bawah ini adalah contoh kapasitor yang dirangkai secara seri</p>
<p><a href="http://1.bp.blogspot.com/_5GYAFA6nkRQ/Sg36ojq3JnI/AAAAAAAAAJQ/L1eltht21PA/s1600-h/2.bmp"><img style="cursor:pointer;width:236px;height:63px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_5GYAFA6nkRQ/Sg36ojq3JnI/AAAAAAAAAJQ/L1eltht21PA/s320/2.bmp" border="0" alt="" /></a></p>
<p>Pada rangkaian kapasitor seri, berlaku rumus:</p>
<p>V = V1 + V2 + … + Vn</p>
<p>Q = Q1 = Q2 = Qn</p>
<p><a href="http://1.bp.blogspot.com/_5GYAFA6nkRQ/Sg366Y3s7zI/AAAAAAAAAJY/4eKsfxRcByo/s1600-h/3.bmp"><img style="cursor:pointer;width:190px;height:62px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_5GYAFA6nkRQ/Sg366Y3s7zI/AAAAAAAAAJY/4eKsfxRcByo/s320/3.bmp" border="0" alt="" /></a></p>
<p>Rangkaian kapasitor secara paralel akan mengakibatkan nilai kapasitansi pengganti semakin besar.</p>
<p>Di bawah ini adalah contoh kapasitor yang dirangkai secara paralel.</p>
<p><a href="http://1.bp.blogspot.com/_5GYAFA6nkRQ/Sg37PDYd6VI/AAAAAAAAAJg/xdpEVzwhKa8/s1600-h/4.bmp"><img style="cursor:pointer;width:247px;height:89px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_5GYAFA6nkRQ/Sg37PDYd6VI/AAAAAAAAAJg/xdpEVzwhKa8/s320/4.bmp" border="0" alt="" /></a></p>
<p>Pada rangkaian kapasitor paralel, berlaku rumus:</p>
<p>V1 = V2 =V3 = Vn</p>
<p>Q = Q1 + Q2 + Q3 + Qn</p>
<p><a href="http://1.bp.blogspot.com/_5GYAFA6nkRQ/Sg37l97-bGI/AAAAAAAAAJo/w6iJR_owNkg/s1600-h/5.bmp"><img style="cursor:pointer;width:200px;height:60px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_5GYAFA6nkRQ/Sg37l97-bGI/AAAAAAAAAJo/w6iJR_owNkg/s320/5.bmp" border="0" alt="" /></a></p>
<p><strong>ENERGI YANG DISIMPAN DALAM KAPASITOR</strong></p>
<p>Energi potensial U yang tersimpan di dalam kapasitor didefinisikan sebagai usaha yang diperlukan untuk mengisi muatan. Misalkan sebuah baterai dihubungkan ke sebuah kapasitor. Baterai melakukan kerja untuk menggerakkan muatan dari satu pelat ke pelat yang lain. Kerja yang dilakukan untuk memindahkan sejumlah muatan sebesar q melalui tegangan V adalah</p>
<p>W = V . q</p>
<p>Dengan menggunakan kalkulus energy potensial muatan dapat dinyatakan sebagai:</p>
<p><a href="http://1.bp.blogspot.com/_5GYAFA6nkRQ/Sg38K7XuW1I/AAAAAAAAAJ4/qOKEUuml7sg/s1600-h/6.bmp"><img style="cursor:pointer;width:233px;height:86px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_5GYAFA6nkRQ/Sg38K7XuW1I/AAAAAAAAAJ4/qOKEUuml7sg/s320/6.bmp" border="0" alt="" /></a></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duanasaputra.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duanasaputra.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duanasaputra.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duanasaputra.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/duanasaputra.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/duanasaputra.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/duanasaputra.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/duanasaputra.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duanasaputra.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duanasaputra.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duanasaputra.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duanasaputra.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duanasaputra.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duanasaputra.wordpress.com/124/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duanasaputra.wordpress.com&amp;blog=6858191&amp;post=124&amp;subd=duanasaputra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duanasaputra.wordpress.com/2009/05/22/kapasitor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/15e7fab0aee1b82796013bbcecc96639?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">duanasaputra</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://1.bp.blogspot.com/_5GYAFA6nkRQ/Sg36OoSzB9I/AAAAAAAAAJI/deLCD_phEq0/s320/1.bmp" medium="image" />

		<media:content url="http://3.bp.blogspot.com/_5GYAFA6nkRQ/Sg4EQIYefmI/AAAAAAAAAK4/Km2ij8rrQ1E/s320/TERBARU.bmp" medium="image" />

		<media:content url="http://1.bp.blogspot.com/_5GYAFA6nkRQ/Sg36ojq3JnI/AAAAAAAAAJQ/L1eltht21PA/s320/2.bmp" medium="image" />

		<media:content url="http://1.bp.blogspot.com/_5GYAFA6nkRQ/Sg366Y3s7zI/AAAAAAAAAJY/4eKsfxRcByo/s320/3.bmp" medium="image" />

		<media:content url="http://1.bp.blogspot.com/_5GYAFA6nkRQ/Sg37PDYd6VI/AAAAAAAAAJg/xdpEVzwhKa8/s320/4.bmp" medium="image" />

		<media:content url="http://1.bp.blogspot.com/_5GYAFA6nkRQ/Sg37l97-bGI/AAAAAAAAAJo/w6iJR_owNkg/s320/5.bmp" medium="image" />

		<media:content url="http://1.bp.blogspot.com/_5GYAFA6nkRQ/Sg38K7XuW1I/AAAAAAAAAJ4/qOKEUuml7sg/s320/6.bmp" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>lIstRik DinAnIs</title>
		<link>http://duanasaputra.wordpress.com/2009/05/22/listrik-dinanis/</link>
		<comments>http://duanasaputra.wordpress.com/2009/05/22/listrik-dinanis/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 May 2009 07:26:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>duanasaputra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fisika Dasar]]></category>
		<category><![CDATA[Listrk dinamis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duanasaputra.wordpress.com/?p=122</guid>
		<description><![CDATA[ARUS SEARAH (D.C.) Arus searah adalah arus listrik yang nilainya hanya positif atau hanya negatif saja (tidak berubah dari positif kenegatif, atau sebaliknya). ARUS LISTRIK Arus listrik merupakan gerakan kelompok partikel bermuatan listrik dalam arah tertentu. Arah arus listrik yang mengalir dalam suatu konduktor adalah dari potensial tinggi ke potensial rendah (berlawanan arah dengan gerak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duanasaputra.wordpress.com&amp;blog=6858191&amp;post=122&amp;subd=duanasaputra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>ARUS SEARAH (D.C.)</p>
<p>Arus searah adalah arus listrik yang nilainya hanya positif atau hanya negatif saja (tidak berubah dari positif kenegatif, atau sebaliknya).</p>
<p>ARUS LISTRIK</p>
<p>Arus listrik merupakan gerakan kelompok partikel bermuatan listrik dalam arah tertentu. Arah arus listrik yang mengalir dalam suatu konduktor adalah dari potensial tinggi ke potensial rendah (berlawanan arah dengan gerak elektron).</p>
<p>KUAT ARUS LISTRIK (I)<br />
adalah jumlah muatan listrik yang menembus penampang konduktor tiap satuan waktu.<span id="more-122"></span></p>
<p>I = Q/t = n e v A Q = muatan listrik<br />
n = jumlah elektron/volume<br />
v = kecepatan elektron</p>
<p>Hambatan Jenis dan Hambatan Listrik</p>
<p>r = E/J R = r L/A</p>
<p>r = hambatan jenis (ohm.m)<br />
E = medan listrik<br />
J = rapat arus<br />
R = hambatan (ohm)<br />
L = panjang konduktor (m)</p>
<p>HUBUNGAN HAMBATAN JENIS DAN HAMBATAN DENGAN SUHU</p>
<p>rt = ro(1 + a Dt)</p>
<p>Rt = Ro(1 + a Dt)</p>
<p>rt, Rt = hambatan jenis dan hambatan pada t°C<br />
ro, Ro = hambatan jenis dan hambatan awal<br />
a = konstanta bahan konduktor ( °C-1 )<br />
Dt = selisih suhu (°C )</p>
<p>HUKUM OHM</p>
<p>Hukum Ohm menyatakan bahwa besar arus yang mengalir pada suatu konduktor pada suhu tetap sebanding dengan beda potensial antara kedua ujung-ujung konduktor<br />
I = V / R</p>
<p>HUKUM OHM UNTUK RANGKAIAN TERTUTUP</p>
<p>I = n E<br />
R + n rd I = n<br />
R + rd/p</p>
<p>n = banyak elemen yang disusun seri<br />
E = ggl (volt)<br />
rd = hambatan dalam elemen<br />
R = hambatan luar<br />
p = banyaknya elemen yang disusun paralel</p>
<p>RANGKAIAN HAMBATAN DISUSUN SERI DAN PARALEL</p>
<p>SERI</p>
<p>R = R1 + R2 + R3 + &#8230;<br />
V = V1 + V2 + V3 + &#8230;<br />
I = I1 = I2 = I3 = &#8230;</p>
<p>PARALEL</p>
<p>1 = 1 + 1 + 1<br />
R R1 R2 R3</p>
<p>V = V1 = V2 = V3 = &#8230;<br />
I = I1 + I2 + I3 + &#8230;</p>
<p>ENERGI DAN DAYA LISTRIK</p>
<p>ENERGI LISTRIK (W)<br />
adalah energi yang dipakai (terserap) oleh hambatan R.</p>
<p>W = V I t = V²t/R = I²Rt</p>
<p>Joule = Watt.detik<br />
KWH = Kilo.Watt.jam</p>
<p>DAYA LISTRIK (P) adalah energi listrik yang terpakai setiap detik.</p>
<p>P = W/t = V I = V²/R = I²R</p>
<p>RANGKAIN LISTRIK</p>
<p>HUKUM KIRCHOFF I : jumlah arus menuju suatu titik cabang sama dengan jumlah arus yang meninggalkannya.</p>
<p>S Iin = Iout</p>
<p>HUKUM KIRCHOFF II : dalam rangkaian tertutup, jumlah aljabar GGL (e) dan jumlah penurunan potensial sama dengan nol.</p>
<p>Se = S IR = 0</p>
<p>Dalam menyelesaian soal rangkaian listrik, perlu diperhatikan :</p>
<p>1. Hambatan R yang dialiri arus listrik. Hambatan R diabaikan jika tidak<br />
dilalui arus listrik.</p>
<p>2. Hambatan R umumnya tetap, sehingga lebih cepat menggunakan<br />
rumus yang berhubungan dengan hambatan R tersebut.</p>
<p>3. Rumus yang sering digunakan: hukum Ohm, hukum Kirchoff, sifat<br />
rangkaian, energi dan daya listrik.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duanasaputra.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duanasaputra.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duanasaputra.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duanasaputra.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/duanasaputra.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/duanasaputra.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/duanasaputra.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/duanasaputra.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duanasaputra.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duanasaputra.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duanasaputra.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duanasaputra.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duanasaputra.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duanasaputra.wordpress.com/122/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duanasaputra.wordpress.com&amp;blog=6858191&amp;post=122&amp;subd=duanasaputra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duanasaputra.wordpress.com/2009/05/22/listrik-dinanis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/15e7fab0aee1b82796013bbcecc96639?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">duanasaputra</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>keMagnetan&#8230;.</title>
		<link>http://duanasaputra.wordpress.com/2009/05/20/kemagnetan/</link>
		<comments>http://duanasaputra.wordpress.com/2009/05/20/kemagnetan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 May 2009 07:54:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>duanasaputra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fisika Dasar]]></category>
		<category><![CDATA[magnet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duanasaputra.wordpress.com/?p=116</guid>
		<description><![CDATA[PENGGOLONGAN BENDA BERDASARKAN SIFAT MAGNETNYA. Berdasarkan sifat magnetnya benda dibagi menjadi 2 macam yaitu ferromagnetik (benda yang dapat diterik kuat oleh magnet), parramagnetik (denda yang dapat ditarik magnet dengan lemah) dan diamagnetik (benda yang tidak dapat ditarik oleh magnet). Contoh ferromagnetik adalah besi, baja, nikel dan kobalt. Contoh parramagnetik adalah platina dan aluminium. Contoh diamagnetik [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duanasaputra.wordpress.com&amp;blog=6858191&amp;post=116&amp;subd=duanasaputra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PENGGOLONGAN BENDA BERDASARKAN SIFAT MAGNETNYA.</p>
<p>Berdasarkan sifat magnetnya benda dibagi menjadi 2 macam yaitu ferromagnetik (benda yang dapat diterik kuat oleh magnet), parramagnetik (denda yang dapat ditarik magnet dengan lemah) dan diamagnetik (benda yang tidak dapat ditarik oleh magnet).<br />
Contoh ferromagnetik adalah besi, baja, nikel dan kobalt.<br />
Contoh parramagnetik adalah platina dan aluminium.<br />
Contoh diamagnetik adalah seng, dan bismut.<span id="more-116"></span></p>
<p>Setiap magnet mempunyai sifat (ciri) sebagai berikut :<br />
(1) dapat menarik benda logam tertentu.<br />
(2) gaya tarik terbesar berada di kutubnya.<br />
(3) selalu menunjukkan arah utara dan selatan bila digantung bebas.<br />
(4) memiliki dua kutub.<br />
(5) tarik menarik bila tak sejenis.<br />
(6) tolak menolak bila sejenis.</p>
<p>MEDAN MAGNET</p>
<p>Medan magnet adalah ruangan di sekitar kutub magnet, yang gaya tarik/tolaknya masih dirasakan oleh magnet lain.</p>
<p>KUAT MEDAN MAGNET (H)</p>
<p>Kuat medan magnet di suatu titik di dalam medan magnet ialah besar gaya pada suatu satuan kuat kutub di titik itu di dalam medan magnet m adalah kuat kutub yang menimbulkan medan magnet</p>
<p>dalam Ampere-meter. R jarak dari kutub magnet sampai titik yang bersangkutan dalam meter. dan H = kuat medan titik itu dalam N/A.m atau dalam weber/m2.</p>
<p>HUKUM COULOMB</p>
<p>Besarnya gaya tolak-menolak atau gaya tarik-menarik antara kutub-kutub magnet, sebanding dengan kuat kutubnya masing-masing dan berbanding terbalik dengan kuadrat jaraknya</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-117" title="a" src="http://duanasaputra.files.wordpress.com/2009/05/a.jpg?w=460" alt="a"   /></p>
<p>Keterangan:</p>
<p>F = gaya tarik-menarik/gaya tolak-menolak dalam newton</p>
<p>R = jarak dalam meter</p>
<p>m1 dan m2 = kuat kutub medan magnet dalam Ampere-meter</p>
<p>µ0 = permeabilitas hampa</p>
<p>GARIS GAYA MAGNET</p>
<p>Garis gaya magnet adalah lintasan kutub utara dalam medan magnet atau garis yang bentuknya demikian hingga kuat medan di tiap titik dinyatakan oleh garis singgungnya. Garis-garis gaya keluar dari kutub-kutub dan masuk ke kutub selatan.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-118" title="b" src="http://duanasaputra.files.wordpress.com/2009/05/b.jpg?w=460" alt="b"   /></p>
<p>RAPAT GARIS GAYA MAGNET/FLUX DENSITY (B)</p>
<p>Flux density adalah jumlah garis gaya tiap satuan luas yang tegak lurus kuat medan. Flux density dapat dirumuskan sebagai berikut</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-119" title="c" src="http://duanasaputra.files.wordpress.com/2009/05/c.jpg?w=460" alt="c"   /></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duanasaputra.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duanasaputra.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duanasaputra.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duanasaputra.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/duanasaputra.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/duanasaputra.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/duanasaputra.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/duanasaputra.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duanasaputra.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duanasaputra.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duanasaputra.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duanasaputra.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duanasaputra.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duanasaputra.wordpress.com/116/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duanasaputra.wordpress.com&amp;blog=6858191&amp;post=116&amp;subd=duanasaputra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duanasaputra.wordpress.com/2009/05/20/kemagnetan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/15e7fab0aee1b82796013bbcecc96639?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">duanasaputra</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duanasaputra.files.wordpress.com/2009/05/a.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">a</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duanasaputra.files.wordpress.com/2009/05/b.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">b</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duanasaputra.files.wordpress.com/2009/05/c.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">c</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>tips-trik Wining Eleven</title>
		<link>http://duanasaputra.wordpress.com/2009/05/01/tips-trik-wining-eleven/</link>
		<comments>http://duanasaputra.wordpress.com/2009/05/01/tips-trik-wining-eleven/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 May 2009 05:01:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>duanasaputra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Games Wining Eleven]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duanasaputra.wordpress.com/?p=111</guid>
		<description><![CDATA[Saya hanya akan membagi tips dan trik winning eleven yang versi 10 atau 11 pangkat x khususnya dalam cara bertahan menghadapi serangan lawan. Nah berikut ini beberapa trik yang telah saya ketahui. Pertama-tama tentunya anda harus mengenal masing-masing karakter dari pemain anda yang masuk kedalam draf permainan. Speednya berapa, tingginya berapa, dan sebaginya. Layaknya pertandingan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duanasaputra.wordpress.com&amp;blog=6858191&amp;post=111&amp;subd=duanasaputra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://duanasaputra.files.wordpress.com/2009/05/3057307805_fd73ce4848.jpg?w=460&#038;h=259" alt="3057307805_fd73ce4848" title="3057307805_fd73ce4848" width="460" height="259" class="alignnone size-full wp-image-114" /><br />
Saya hanya akan membagi tips dan trik winning eleven yang versi 10 atau 11 pangkat x khususnya dalam cara bertahan menghadapi serangan lawan. Nah berikut ini beberapa trik yang telah saya ketahui.</p>
<p>Pertama-tama tentunya anda harus mengenal masing-masing karakter dari pemain anda yang masuk kedalam draf permainan. Speednya berapa, tingginya berapa, dan sebaginya. Layaknya pertandingan sesungguhnya winning eleven sangat diperngaruhi oleh kapabilitas dan kapasitas serta ability dari masing-masing individu permainan. Disini untuk tips bertahan saya akan menunjukkan suatu karakter dari program winning eleven ini. ohya untuk formasi saya sarankan pertahanan memiliki 4 pemain serta 3 pemain tengah. Terserah juga kepada anda gimana enaknya. Yang pasti tips berikut ini tidak begitu pengaruh pada soal formasi anda.<span id="more-111"></span></p>
<p>Ketika anda sedang diserang terutama jika bukan serangan balik, anda jangan melakukan pengejaran secara individual ke arah pemain lawan . Jangan menekan tombol R1 terus menerus ketika bertahan atau pengen mendekati lawan. Cukup tunggu sampai lawan datang baru anda dekati. Dan perlu diketahui pula, adalah salah atau sangat tidak tepat jika anda berusaha merebut atau bertahan dari serangan lawan hanya mengandalkan memencet tobol X secara terus menerus. Apalagi disertai memencet tombol R1. ini akan mengakibatkan pemain kita yang berada di barisan depan tidak turun ikut membantu pertahanan kita. Jadi yang perlu dilakukan adalah menunggu lawan datang atau mendekati secara biasa dan menutup pergerakannya. Jika anda sudah dekat dengan lawan anda bisa memencet tombol X untuk merebut bola dari nya. Jika skill defend pemain anda cukup baik dan body atau speednya cukup baik serta dalam kondisi prima (minimal berwana hijau, akan sangat baik jika berwarna merah) anda bisa melanjutkan memencet terus tombol X. Jika tidak dalam kondisi demikian saya sarankan lekas ganti pemain dengan memencet tombol L1.</p>
<p>Jika anda melakukan apa yang saya perintahkan diatas para pemain anda akan berkumpul di daerah kotak pinalty sembari bertahan. Dengan demikian pertahanan anda akan menjadi sangat rapat dan sangat sulit ditembuts. Dari pengalaman saya, hanya tendangan jarak jauhlah yang masih mungkin dilakukan oleh pemain lawan. Itupun sering terblock oleh pemain bertahan kita. Lain halnya jika anda konsentrasi mengejar pembawa bola, ini akan menyebabkan para pemain anda tercerai berai tidak karuan dan membuat pertahanan anda longgar. Satu lagi, jika mengejar seorang pemain penyerang yang telah melewati anda, cukup pencet R1 saja terus menerus dan arahkan pemain anda ke arah pemain yang dikejar tanpa disertai memencet tombol X. Cara ini akan membuat pemain bertahan anda lebih cepat berlari mengejar pemain lawan, dan tentunya perlu diwaspadai pula dimana dia akan melakukan manuver (berbelok arah, balik dan sebagainya).</p>
<p>Waspadai pula pemain yang memiliki offence, speed, maupun technique yang bagus, seperti ronaldinho, henry, shevcenko, dan christiano ronaldo dan sebagainya. Terutama pula jika mereka dalam kondisi prima (bertanda kuning atau merah). Biasanya amat ssulit untuk merebut bola dari pemain yang memiliki kondisi seperti ini. perlu pertahanan yang berlapis serta penerapan teknik seperti yang saya berikan diatas secara tepat. Gunakan pemain bertahan yang memiliki defend, body, maupun kondisi yang prima (kuning atau merah) untuk menghadapi pemain seperti ini.</p>
<p>Semoga membantu !</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duanasaputra.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duanasaputra.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duanasaputra.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duanasaputra.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/duanasaputra.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/duanasaputra.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/duanasaputra.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/duanasaputra.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duanasaputra.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duanasaputra.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duanasaputra.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duanasaputra.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duanasaputra.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duanasaputra.wordpress.com/111/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duanasaputra.wordpress.com&amp;blog=6858191&amp;post=111&amp;subd=duanasaputra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duanasaputra.wordpress.com/2009/05/01/tips-trik-wining-eleven/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/15e7fab0aee1b82796013bbcecc96639?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">duanasaputra</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duanasaputra.files.wordpress.com/2009/05/3057307805_fd73ce4848.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">3057307805_fd73ce4848</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>LISTRIK STATIS</title>
		<link>http://duanasaputra.wordpress.com/2009/05/01/listrik-statis/</link>
		<comments>http://duanasaputra.wordpress.com/2009/05/01/listrik-statis/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 May 2009 03:41:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>duanasaputra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fisika Dasar]]></category>
		<category><![CDATA[Listrik statis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duanasaputra.wordpress.com/?p=102</guid>
		<description><![CDATA[KLASIFIKASI MATERIAL 1. Konduktor Konduktor merupakan material yang mudah menghantarkan arus listrik. Contoh: tembaga. 2. Insulator Insulator merupakan material yang susah menghantarkan arus listrik. Contoh: kaca. 3. Semikonduktor Semikonduktor adalah material yang memilki sifat antara konduktor dan insulator. Contoh: silikon. HUKUM COULOMB Hukum Coulomb adalah hukum yang menjelaskan hubungan antara gaya yang timbul antara dua [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duanasaputra.wordpress.com&amp;blog=6858191&amp;post=102&amp;subd=duanasaputra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="postentry">
<div class="snap_preview">
<p>KLASIFIKASI MATERIAL<br />
1. Konduktor<br />
Konduktor merupakan material yang mudah menghantarkan arus listrik.<br />
Contoh: tembaga.<br />
2. Insulator<br />
Insulator merupakan material yang susah menghantarkan arus listrik.<br />
Contoh: kaca.<br />
3. Semikonduktor<br />
Semikonduktor adalah material yang memilki sifat antara konduktor dan insulator.<br />
Contoh: silikon.</p>
<p>HUKUM COULOMB<br />
Hukum Coulomb adalah hukum yang menjelaskan hubungan antara gaya yang timbul antara dua titik muatan, yang terpisahkan jarak tertentu.<br />
Dirumuskan:<br />
<img class="alignnone size-full wp-image-152" title="1" src="http://imacokladh.files.wordpress.com/2009/04/1.jpg?w=171&amp;h=99" alt="1" width="171" height="99" /></p>
<p>Keterangan:<br />
F : Gaya Coulomb (N)<br />
k : Konstanta Coulomb = <img class="alignnone size-full wp-image-154" title="untitled" src="http://imacokladh.files.wordpress.com/2009/04/untitled.jpg?w=103&amp;h=34" alt="untitled" width="103" height="34" /><br />
q1 : besar muatan pertama (C)<br />
q2 : besar muatan kedua (C)<br />
r : jarak antar muatan (m)</p>
<p>Hukum ini menyatakan apabila terdapat dua buah titik muatan maka akan timbul gaya di antara keduanya, yang besarnya sebanding dengan perkalian nilai kedua muatan dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antar keduanya.<span id="more-102"></span></p>
<p>Gaya yang timbul dapat membuat kedua titik muatan saling tarik-menarik atau saling tolak-menolak, tergantung nilai dari masing-masing muatan. Muatan sejenis (bertanda sama) akan tolak-menolak. Sedangkan muatan yang berbeda jenis akan tarik menarik</p>
<p>Dalam notasi vektor, Hukum Coulomb dapat dituliskan sebagai<br />
<img class="alignnone size-full wp-image-155" title="2" src="http://imacokladh.files.wordpress.com/2009/04/2.jpg?w=311&amp;h=95" alt="2" width="311" height="95" /></p>
<p>MEDAN LISTRIK<br />
Medan listrik adalah efek yang ditimbulkan oleh keberadaan muatan listrik.<br />
Satuan listrik memiliki satuan N/C atau Newton/Coulomb.<br />
<img class="alignnone size-full wp-image-156" title="3" src="http://imacokladh.files.wordpress.com/2009/04/3.jpg?w=187&amp;h=96" alt="3" width="187" height="96" /></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-157" title="4" src="http://imacokladh.files.wordpress.com/2009/04/4.jpg?w=173&amp;h=86" alt="4" width="173" height="86" /></p>
<p>Jika dalam sebuah sistem terdapat banyak muatan, maka medan listrik di sebuah titik sama dengan jumlah vektor medan listrik dari masing-masing muatan pada titik tersebut.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-158" title="5" src="http://imacokladh.files.wordpress.com/2009/04/5.jpg?w=320&amp;h=69" alt="5" width="320" height="69" /></p>
<p>ENERGI POTENSIAL ELEKTROSTATIK</p>
<p>Jika terdapat dua benda titik bermuatan q1 dan q2 yang terpisah pada jarak r, maka besar energi potensial system tersebut adalah<br />
<img class="alignnone size-full wp-image-169" title="61" src="http://imacokladh.files.wordpress.com/2009/04/61.jpg?w=176&amp;h=77" alt="61" width="176" height="77" /></p>
<p>Jika ada lebih dari dua muatan, maka energi potensial yang tersimpan dalam sistem tersebut adalah jumlah dari energi potensial dari tiap pasang muatan yang ada. Contoh untuk tiga muatan<br />
<img class="alignnone size-full wp-image-171" title="71" src="http://imacokladh.files.wordpress.com/2009/04/71.jpg?w=344&amp;h=99" alt="71" width="344" height="99" /></p>
<p>POTENSIAL LISTRIK</p>
<p>Beda potensial antara titik A dan B didefinisikan sebagai perubahan energi potensial sebuah muatan q yang digerakkan dari A ke B, dibagi dengan muatan tersebut.<br />
<img class="alignnone size-full wp-image-173" title="8" src="http://imacokladh.files.wordpress.com/2009/04/8.jpg?w=269&amp;h=82" alt="8" width="269" height="82" /></p>
<p>Potensial listrik dari muatan titik q pada sebuah titik yang berjarak r dari muatan tersebut adalah<br />
<img class="alignnone size-full wp-image-174" title="9" src="http://imacokladh.files.wordpress.com/2009/04/9.jpg?w=158&amp;h=94" alt="9" width="158" height="94" /></div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duanasaputra.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duanasaputra.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duanasaputra.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duanasaputra.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/duanasaputra.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/duanasaputra.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/duanasaputra.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/duanasaputra.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duanasaputra.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duanasaputra.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duanasaputra.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duanasaputra.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duanasaputra.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duanasaputra.wordpress.com/102/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duanasaputra.wordpress.com&amp;blog=6858191&amp;post=102&amp;subd=duanasaputra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duanasaputra.wordpress.com/2009/05/01/listrik-statis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/15e7fab0aee1b82796013bbcecc96639?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">duanasaputra</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://imacokladh.files.wordpress.com/2009/04/1.jpg?w=171&#038;h=99" medium="image">
			<media:title type="html">1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://imacokladh.files.wordpress.com/2009/04/untitled.jpg?w=103&#038;h=34" medium="image">
			<media:title type="html">untitled</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://imacokladh.files.wordpress.com/2009/04/2.jpg?w=311&#038;h=95" medium="image">
			<media:title type="html">2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://imacokladh.files.wordpress.com/2009/04/3.jpg?w=187&#038;h=96" medium="image">
			<media:title type="html">3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://imacokladh.files.wordpress.com/2009/04/4.jpg?w=173&#038;h=86" medium="image">
			<media:title type="html">4</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://imacokladh.files.wordpress.com/2009/04/5.jpg?w=320&#038;h=69" medium="image">
			<media:title type="html">5</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://imacokladh.files.wordpress.com/2009/04/61.jpg?w=176&#038;h=77" medium="image">
			<media:title type="html">61</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://imacokladh.files.wordpress.com/2009/04/71.jpg?w=344&#038;h=99" medium="image">
			<media:title type="html">71</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://imacokladh.files.wordpress.com/2009/04/8.jpg?w=269&#038;h=82" medium="image">
			<media:title type="html">8</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://imacokladh.files.wordpress.com/2009/04/9.jpg?w=158&#038;h=94" medium="image">
			<media:title type="html">9</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>CAHAYA</title>
		<link>http://duanasaputra.wordpress.com/2009/04/14/cahaya/</link>
		<comments>http://duanasaputra.wordpress.com/2009/04/14/cahaya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Apr 2009 09:37:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>duanasaputra</dc:creator>
				<category><![CDATA[cahaya]]></category>
		<category><![CDATA[Fisika Dasar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duanasaputra.wordpress.com/?p=72</guid>
		<description><![CDATA[Cahaya merupakan gelombang transversal yang termasuk gelombang elektromagnetik. Pada permukaan benda yang rata seperti cermin datar, cahaya dipantulkan membentuk suatu pola yang teratur. Sinar-sinar sejajar yang datang pada permukaan cermin dipantulkan sebagai sinar-sinar sejajar pula. Akibatnya cermin dapat membentuk bayangan benda. Pemantulan semacam ini disebut pemantulan teratur atau pemantulan biasa . Berbeda dengan benda yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duanasaputra.wordpress.com&amp;blog=6858191&amp;post=72&amp;subd=duanasaputra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if !mso]&gt;--></p>
<p>Cahaya merupakan gelombang transversal yang termasuk gelombang elektromagnetik.<br />
Pada permukaan benda yang rata seperti cermin datar, cahaya dipantulkan membentuk suatu pola yang teratur. Sinar-sinar sejajar yang datang pada permukaan cermin dipantulkan sebagai sinar-sinar sejajar pula. Akibatnya cermin dapat membentuk bayangan benda. Pemantulan semacam ini disebut pemantulan teratur atau pemantulan biasa .<br />
Berbeda dengan benda yang memiliki permukaan rata, pada saat cahaya mengenai suatu permukaan yang tidak rata, maka sinar-sinar sejajar yang datang pada permukaan tersebut dipantulkan tidak sebagai sinar-sinar sejajar. Pemantulan seperti ini disebut pemantulan baur .<br />
Hukum Pemantulan Cahaya:<br />
1. sinar datang, sinar pantul dan garis normal terletak pada bidang yang sama; dan<br />
2. besar sudut datang (i) sama dengan besar sudut pantul (r).</p>
<p class="MsoNormal">Jenis-Jenis Cermin<br />
1. Cermin Datar</p>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal">Jarak bayangan ke cermin =      jarak benda ke cermin.</li>
</ul>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal">Tinggi bayangan = tinggi      benda.</li>
</ul>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal">Bayangan bersifat maya,      tegak, dan di belakang cermin.</li>
</ul>
<p class="MsoNormal">2. Cermin Cekung<br />
Untuk dapat melukis bayangan yang dibentuk oleh cermin cekung, biasanya digunakan tiga sinar istimewa. Sinar istimewa sinar datang yang lintasannya mudah diramalkan tanpa harus mengukur sudut datang dan sudut pantulnya. Tiga sinar istimewa itu adalah:</p>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal">Sinar yang melalui pusat      kelengkungan cermin akan dipantulkan melalui pusat kelengkungan itu lagi.<span id="more-72"></span></li>
</ul>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-73" title="sinar-istimewa-cekung-123" src="http://duanasaputra.files.wordpress.com/2009/04/sinar-istimewa-cekung-123.png?w=460" alt="sinar-istimewa-cekung-123"   /></p>
<p class="MsoNormal" align="center">
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal">Sinar yang datang sejajar      sumbu utama akan dipantulkan melalui fokus utama.</li>
</ul>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-74" title="sinar-ist-cekung-221" src="http://duanasaputra.files.wordpress.com/2009/04/sinar-ist-cekung-221.png?w=460" alt="sinar-ist-cekung-221"   /></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal">Sinar yang datang melalui      fokus utama akan dipantulkan sejajar sumbu utama.</li>
</ul>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-75" title="sinar-ist-cekung-31" src="http://duanasaputra.files.wordpress.com/2009/04/sinar-ist-cekung-31.png?w=460" alt="sinar-ist-cekung-31"   /></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">
<p class="MsoNormal">Sifat Bayangan pada Cermin Cekung :</p>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal">Benda di ruang I : maya,      tegak, diperbesar.</li>
</ul>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal">Benda di ruang II : nyata,      terbalik, diperbesar.</li>
</ul>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal">Benda di ruang III : nyata,      terbalik, diperkecil.</li>
</ul>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal">Benda tepat di pusat      kelengkungan : nyata, terbalik, sama besar.</li>
</ul>
<p class="MsoNormal">3. Cermin Cembung<br />
Sama dengan cermin cekung, cermin cembung juga mempunyai tiga sinar istimewa. Karena jarak fokus dan pusat kelengkungan cermin cembung berada di belakang cermin maka ketiga<br />
sinar istimewa pada cermin cembung tersebut adalah:</p>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal">Sinar yang datang menuju      pusat kelengkungan akan dipantulkan kembali.</li>
</ul>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-76" title="sinar-ist-cembung-12" src="http://duanasaputra.files.wordpress.com/2009/04/sinar-ist-cembung-12.png?w=460" alt="sinar-ist-cembung-12"   /></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal">Sinar yang datang sejajar      sumbu utama akan dipantulkan seolah &#8211; olah dari titik fokus.</li>
</ul>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-77" title="sinar-ist-cembung-2" src="http://duanasaputra.files.wordpress.com/2009/04/sinar-ist-cembung-2.png?w=460" alt="sinar-ist-cembung-2"   /></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal">Sinar yang datang menuju      fokus akan dipantulkan sejajar sumbu utama.</li>
</ul>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-78" title="sinar-ist-cembung-3" src="http://duanasaputra.files.wordpress.com/2009/04/sinar-ist-cembung-3.png?w=460" alt="sinar-ist-cembung-3"   /></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">
<p class="MsoNormal">Sifat Bayangan pada Cermin Cembung</p>
<p>- sifat bayangan selalu maya, tegak, diperkecil.</p>
<p>Hubungan jarak benda (s), jarak fokus (f), dan jarak bayangan (s’)<br />
<img class="alignnone size-full wp-image-79" title="rumus-jarak-bayangan" src="http://duanasaputra.files.wordpress.com/2009/04/rumus-jarak-bayangan.png?w=460" alt="rumus-jarak-bayangan"   /><br />
atau<br />
<img class="alignnone size-full wp-image-80" title="rumus-jarak-bayangan-2" src="http://duanasaputra.files.wordpress.com/2009/04/rumus-jarak-bayangan-2.png?w=460" alt="rumus-jarak-bayangan-2"   /><br />
dengan:</p>
<p>f : jarak fokus cermin (m)</p>
<p>s : jarak benda ke cermin (m)</p>
<p>s’ : jarak bayangan ke cermin (m)</p>
<p>R : pusat kelengkungan cermin (m)</p>
<p>Perbesaran Bayangan Pada Cermin<br />
<!--[if gte vml 1]&gt;&lt;![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]--><img class="alignnone size-full wp-image-81" title="perbesaran-dgn-mutlak" src="http://duanasaputra.files.wordpress.com/2009/04/perbesaran-dgn-mutlak.png?w=460" alt="perbesaran-dgn-mutlak"   /><br />
dengan :</p>
<p>M : perbesaran bayangan</p>
<p>h’ : tinggi bayangan benda</p>
<p>h : tinggi benda</p>
<p>s’ : jarak bayangan benda ke cermin</p>
<p>s : jarak benda ke cermin</p>
<p>Contoh:</p>
<p>Sebuah benda berdiri tegak 10 cm di depan cermin cembung yang mempunyai titik fokus 30 cm. Jika tinggi benda 2 m, maka tinggi bayangan yang terbentuk dan besar perbesaran benda adalah…</p>
<p>Diketahui:</p>
<p>s = 10 cm</p>
<p>f = 30 cm</p>
<p>h = 2 m</p>
<p>Ditanya:</p>
<p>s’ =…..?</p>
<p>M =….?</p>
<p>Jawab:<br />
a.<br />
<!--[if gte vml 1]&gt;&lt;![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]--><img class="alignnone size-full wp-image-82" title="jawaban-no" src="http://duanasaputra.files.wordpress.com/2009/04/jawaban-no.png?w=460" alt="jawaban-no"   /></p>
<p>b.<br />
<img class="alignnone size-full wp-image-83" title="1b" src="http://duanasaputra.files.wordpress.com/2009/04/1b.png?w=460" alt="1b"   /><br />
pembiasan cahaya…</p>
<p>Pembiasan cahaya adalah pembelokan cahaya ketika berkas cahaya melewati bidang batas dua medium yang berbeda indeks biasnya. Indeks bias mutlak suatu bahan adalah perbandingan kecepatan cahaya di ruang hampa dengan kecepatan cahaya di bahan tersebut. Indeks bias relatif merupakan perbandingan indeks bias dua medium berbeda. Indeks bias relatif medium kedua terhadap medium pertama adalah perbandingan indeks bias antara medium kedua dengan indeks bias medium pertama. Pembiasan cahaya menyebabkan kedalaman semu dan pemantulan sempurna.</p>
<p>1. Persamaan indeks bias mutlak</p>
<p class="MsoNormal"><img class="alignnone size-full wp-image-85" title="pembiasan-cahaya-mutlak1" src="http://duanasaputra.files.wordpress.com/2009/04/pembiasan-cahaya-mutlak1.png?w=460" alt="pembiasan-cahaya-mutlak1"   /></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">2. Hukum Pembiasan Cahaya</p>
<p class="MsoNormal"><img class="alignnone size-full wp-image-86" title="hukum-pembiasan-cahaya" src="http://duanasaputra.files.wordpress.com/2009/04/hukum-pembiasan-cahaya.png?w=460" alt="hukum-pembiasan-cahaya"   /><br />
Lensa adalah peralatan sangat penting dalam kehidupan manusia. Mikroskop menggunakan susunan lensa untuk melihat jasad-jasad renik yang tak terlihat oleh mata telanjang. Kamera menggunakan susunan lensa agar dapat merekam obyek dalam film. Teleskop juga memanfaatkan lensa untuk melihat bintang-bintang yang jaraknya jutaan tahun cahaya dari bumi.</p>
<p>Kuat lensa berkaitan dengan sifat konvergen (mengumpulkan berkas sinar) dan divergen (menyebarkan sinar) suatu lensa. Untuk Lensa positif, semakin kecil jarak fokus, semakin kuat kemampuan lensa itu untuk mengumpulkan berkas sinar. Untuk Lensa negatif, semakin kecil jarak fokus semakin kuat kemampuan lensa itu untuk menyebarkan berkas sinar. Oleh karenanya kuat lensa didefinisikan sebagai kebalikan dari jarak fokus.</p>
<p>Rumus Kuat Lensa :<br />
<img class="alignnone size-full wp-image-87" title="kuat-lensa-rumus" src="http://duanasaputra.files.wordpress.com/2009/04/kuat-lensa-rumus.png?w=460" alt="kuat-lensa-rumus"   /></p>
<p>Pembentukan Bayangan Pada Lensa<br />
<img class="alignnone size-full wp-image-89" title="pembentukan-bayangan1" src="http://duanasaputra.files.wordpress.com/2009/04/pembentukan-bayangan1.png?w=460" alt="pembentukan-bayangan1"   /></p>
<p>Lensa Gabungan<br />
<img class="alignnone size-full wp-image-90" title="fgabungan" src="http://duanasaputra.files.wordpress.com/2009/04/fgabungan.png?w=460" alt="fgabungan"   /></p>
<p>Alat Optik :<br />
A. LUP</p>
<p>Lup (kaca pembesar) adalah alat optik yang terdiri dari sebuah lensa cembung.</p>
<p>Fungsinya, untuk melihat benda benda kecil.</p>
<p>Sifat bayangannya maya, tegak, diperbesar.</p>
<p>Perbesaran Lup Untuk Mata Berakomodasi dengan Jarak x</p>
<p class="MsoNormal"><img class="alignnone size-full wp-image-91" title="perbesaran-lup-jarak-x" src="http://duanasaputra.files.wordpress.com/2009/04/perbesaran-lup-jarak-x.png?w=460" alt="perbesaran-lup-jarak-x"   /><br />
Perbesaran Lup untuk Mata Berakomodasi Maksimum</p>
<p class="MsoNormal"><img class="alignnone size-full wp-image-92" title="lup-berakomodasi-maks1" src="http://duanasaputra.files.wordpress.com/2009/04/lup-berakomodasi-maks1.png?w=460" alt="lup-berakomodasi-maks1"   /> <a href="http://2.bp.blogspot.com/_e8ZoAhRZ0V8/Sd4V70w2r-I/AAAAAAAAAGU/TJmQoDrU5GE/s1600-h/lup-berakomodasi-maks1.png"><span style="text-decoration:none;"><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--></span></a><br />
Perbesaran Lup untuk Mata Tidak Berakomodasi</p>
<p class="MsoNormal"><img class="alignnone size-full wp-image-93" title="lup-tak-akomodasi" src="http://duanasaputra.files.wordpress.com/2009/04/lup-tak-akomodasi.png?w=460" alt="lup-tak-akomodasi"   /></p>
<p>B. MIKROSKOP</p>
<p>Sifat Bayangan:</p>
<p>- Lensa Objektif: Nyata, terbalik, diperbesar</p>
<p>- Lensa Okuler: Nyata, terbalik, diperbesar.</p>
<p>Jarak fokus untuk Lensa Objektif<br />
<img class="alignnone size-full wp-image-94" title="mikroskop-ob" src="http://duanasaputra.files.wordpress.com/2009/04/mikroskop-ob.png?w=460" alt="mikroskop-ob"   /><br />
Jarak fokus Lensa Okuler<br />
<img class="alignnone size-full wp-image-95" title="mikroskop-ok1" src="http://duanasaputra.files.wordpress.com/2009/04/mikroskop-ok1.png?w=460" alt="mikroskop-ok1"   /><br />
Perbesaran pada Mikroskop</p>
<p>M = Mob x Mok</p>
<p>C. TEROPONG</p>
<p>1. Teropong Bintang</p>
<p>Sifat bayangan: maya, terbalik, diperbesar.</p>
<p>Perbesaran bayangannya:<br />
<img class="alignnone size-full wp-image-96" title="terbintang-perbesaran" src="http://duanasaputra.files.wordpress.com/2009/04/terbintang-perbesaran.png?w=460" alt="terbintang-perbesaran"   /><br />
2. Teropong Bumi</p>
<p>Sifat bayangan: maya, tegak,diperbesar.</p>
<p>Perbesaran bayangannya:</p>
<p class="MsoNormal"><img class="alignnone size-full wp-image-97" title="terbintang-perbesaran1" src="http://duanasaputra.files.wordpress.com/2009/04/terbintang-perbesaran1.png?w=460" alt="terbintang-perbesaran1"   /></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duanasaputra.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duanasaputra.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duanasaputra.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duanasaputra.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/duanasaputra.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/duanasaputra.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/duanasaputra.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/duanasaputra.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duanasaputra.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duanasaputra.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duanasaputra.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duanasaputra.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duanasaputra.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duanasaputra.wordpress.com/72/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duanasaputra.wordpress.com&amp;blog=6858191&amp;post=72&amp;subd=duanasaputra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duanasaputra.wordpress.com/2009/04/14/cahaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/15e7fab0aee1b82796013bbcecc96639?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">duanasaputra</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duanasaputra.files.wordpress.com/2009/04/sinar-istimewa-cekung-123.png" medium="image">
			<media:title type="html">sinar-istimewa-cekung-123</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duanasaputra.files.wordpress.com/2009/04/sinar-ist-cekung-221.png" medium="image">
			<media:title type="html">sinar-ist-cekung-221</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duanasaputra.files.wordpress.com/2009/04/sinar-ist-cekung-31.png" medium="image">
			<media:title type="html">sinar-ist-cekung-31</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duanasaputra.files.wordpress.com/2009/04/sinar-ist-cembung-12.png" medium="image">
			<media:title type="html">sinar-ist-cembung-12</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duanasaputra.files.wordpress.com/2009/04/sinar-ist-cembung-2.png" medium="image">
			<media:title type="html">sinar-ist-cembung-2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duanasaputra.files.wordpress.com/2009/04/sinar-ist-cembung-3.png" medium="image">
			<media:title type="html">sinar-ist-cembung-3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duanasaputra.files.wordpress.com/2009/04/rumus-jarak-bayangan.png" medium="image">
			<media:title type="html">rumus-jarak-bayangan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duanasaputra.files.wordpress.com/2009/04/rumus-jarak-bayangan-2.png" medium="image">
			<media:title type="html">rumus-jarak-bayangan-2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duanasaputra.files.wordpress.com/2009/04/perbesaran-dgn-mutlak.png" medium="image">
			<media:title type="html">perbesaran-dgn-mutlak</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duanasaputra.files.wordpress.com/2009/04/jawaban-no.png" medium="image">
			<media:title type="html">jawaban-no</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duanasaputra.files.wordpress.com/2009/04/1b.png" medium="image">
			<media:title type="html">1b</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duanasaputra.files.wordpress.com/2009/04/pembiasan-cahaya-mutlak1.png" medium="image">
			<media:title type="html">pembiasan-cahaya-mutlak1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duanasaputra.files.wordpress.com/2009/04/hukum-pembiasan-cahaya.png" medium="image">
			<media:title type="html">hukum-pembiasan-cahaya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duanasaputra.files.wordpress.com/2009/04/kuat-lensa-rumus.png" medium="image">
			<media:title type="html">kuat-lensa-rumus</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duanasaputra.files.wordpress.com/2009/04/pembentukan-bayangan1.png" medium="image">
			<media:title type="html">pembentukan-bayangan1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duanasaputra.files.wordpress.com/2009/04/fgabungan.png" medium="image">
			<media:title type="html">fgabungan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duanasaputra.files.wordpress.com/2009/04/perbesaran-lup-jarak-x.png" medium="image">
			<media:title type="html">perbesaran-lup-jarak-x</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duanasaputra.files.wordpress.com/2009/04/lup-berakomodasi-maks1.png" medium="image">
			<media:title type="html">lup-berakomodasi-maks1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duanasaputra.files.wordpress.com/2009/04/lup-tak-akomodasi.png" medium="image">
			<media:title type="html">lup-tak-akomodasi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duanasaputra.files.wordpress.com/2009/04/mikroskop-ob.png" medium="image">
			<media:title type="html">mikroskop-ob</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duanasaputra.files.wordpress.com/2009/04/mikroskop-ok1.png" medium="image">
			<media:title type="html">mikroskop-ok1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duanasaputra.files.wordpress.com/2009/04/terbintang-perbesaran.png" medium="image">
			<media:title type="html">terbintang-perbesaran</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duanasaputra.files.wordpress.com/2009/04/terbintang-perbesaran1.png" medium="image">
			<media:title type="html">terbintang-perbesaran1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tugas grafik</title>
		<link>http://duanasaputra.wordpress.com/2009/03/31/tugas-grafik/</link>
		<comments>http://duanasaputra.wordpress.com/2009/03/31/tugas-grafik/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Mar 2009 08:00:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>duanasaputra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dinamika]]></category>
		<category><![CDATA[Fisika Dasar]]></category>
		<category><![CDATA[tugas dinamika]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duanasaputra.wordpress.com/?p=61</guid>
		<description><![CDATA[Jika diketahui grafik hubungan kecepatan (v) dan waktu (s) seperti di bawah ini, hitunglah: Panjang lintasan saat 5 detik pertama? b. Percepatan dari detik 0 sampai detik 1? c. Percepatan dari detik ke-4 sampai detik ke-5? Panjang lintasan (s) saat detik ke: 0 – 1 : s = ½ t (vt + vo) =&#62; s [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duanasaputra.wordpress.com&amp;blog=6858191&amp;post=61&amp;subd=duanasaputra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika diketahui grafik hubungan kecepatan (v) dan waktu (s) seperti di bawah ini, hitunglah:</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-62" title="gambar-fisdas1" src="http://duanasaputra.files.wordpress.com/2009/03/gambar-fisdas1.jpg?w=460" alt="gambar-fisdas1"   /></p>
<p>Panjang lintasan saat 5 detik pertama?</p>
<p>b. Percepatan dari detik 0 sampai detik 1?</p>
<p>c. Percepatan dari detik ke-4 sampai detik ke-5?</p>
<p>Panjang lintasan (s) saat detik ke:</p>
<p>0 – 1 : s = ½ t (vt + vo) =&gt; s = ½ . 1 (80 + 40) =&gt; s = 60 satuan</p>
<p>1 – 4 : s = ½ t (vt + vo) =&gt; s = ½ . 3 (80 + 80) =&gt; s = 240 satuan</p>
<p>4 – 5 : s = ½ t (vt +vo) =&gt; s = ½ . 1 (20 + 80) =&gt; s = 50 satuan<span id="more-61"></span></p>
<p>Panjang lintasan saat 5 detik pertama adalah 60 + 240 + 50 = 350 satuan.</p>
<p>b) Percepatan dari detik 0 sampai detik 1:</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-63" title="soal-nomor-1-t21" src="http://duanasaputra.files.wordpress.com/2009/03/soal-nomor-1-t21.jpg?w=460" alt="soal-nomor-1-t21"   /></p>
<p>Percepatan dari detik ke-4 sampai detik ke-5:</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-64" title="soal-nomor-1-t111" src="http://duanasaputra.files.wordpress.com/2009/03/soal-nomor-1-t111.jpg?w=460" alt="soal-nomor-1-t111"   /></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duanasaputra.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duanasaputra.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duanasaputra.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duanasaputra.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/duanasaputra.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/duanasaputra.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/duanasaputra.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/duanasaputra.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duanasaputra.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duanasaputra.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duanasaputra.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duanasaputra.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duanasaputra.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duanasaputra.wordpress.com/61/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duanasaputra.wordpress.com&amp;blog=6858191&amp;post=61&amp;subd=duanasaputra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duanasaputra.wordpress.com/2009/03/31/tugas-grafik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/15e7fab0aee1b82796013bbcecc96639?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">duanasaputra</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duanasaputra.files.wordpress.com/2009/03/gambar-fisdas1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gambar-fisdas1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duanasaputra.files.wordpress.com/2009/03/soal-nomor-1-t21.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">soal-nomor-1-t21</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duanasaputra.files.wordpress.com/2009/03/soal-nomor-1-t111.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">soal-nomor-1-t111</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>kapan mobil bertemu pada saat berlawanan arah&#8230;.??</title>
		<link>http://duanasaputra.wordpress.com/2009/03/31/kapan-mobil-bertemu-pada-saat-berlawanan-arah/</link>
		<comments>http://duanasaputra.wordpress.com/2009/03/31/kapan-mobil-bertemu-pada-saat-berlawanan-arah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Mar 2009 07:42:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>duanasaputra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dinamika]]></category>
		<category><![CDATA[Fisika Dasar]]></category>
		<category><![CDATA[tugas dinamika]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duanasaputra.wordpress.com/?p=53</guid>
		<description><![CDATA[Jika diketahui kedaan seperti di bawah ini: Maka hitunglah kapan kedua mobil tersebut bertemu? Penyelesaian: s = sA + sB s = (VoA + ½ aA.t2) + (VoB + ½ aB.t2) s = (VoA + VoB)t + ½ (aA + aB)t2 ½ (aA + aB)t2 + (VoA + VoB)t – s = 0 x 2 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duanasaputra.wordpress.com&amp;blog=6858191&amp;post=53&amp;subd=duanasaputra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika diketahui kedaan seperti di bawah ini:</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-54" title="gambar-soal-31" src="http://duanasaputra.files.wordpress.com/2009/03/gambar-soal-31.jpg?w=460" alt="gambar-soal-31"   /></p>
<p>Maka hitunglah kapan kedua mobil tersebut bertemu?</p>
<p>Penyelesaian:</p>
<p>s = sA + sB</p>
<p>s = (VoA + ½ aA.t2) + (VoB + ½ aB.t2)</p>
<p>s = (VoA + VoB)t + ½ (aA + aB)t2</p>
<p>½ (aA + aB)t2 + (VoA + VoB)t – s = 0 x 2</p>
<p>(aA + aB)t2 + 2(VoA + VoB)t – 2s = 0<span id="more-53"></span></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-55" title="t121" src="http://duanasaputra.files.wordpress.com/2009/03/t121.jpg?w=460" alt="t121"   /></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-56" title="soal-nomor-1-t11" src="http://duanasaputra.files.wordpress.com/2009/03/soal-nomor-1-t11.jpg?w=460" alt="soal-nomor-1-t11"   /></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-57" title="soal-nomor-1-t2" src="http://duanasaputra.files.wordpress.com/2009/03/soal-nomor-1-t2.jpg?w=460" alt="soal-nomor-1-t2"   /></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duanasaputra.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duanasaputra.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duanasaputra.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duanasaputra.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/duanasaputra.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/duanasaputra.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/duanasaputra.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/duanasaputra.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duanasaputra.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duanasaputra.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duanasaputra.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duanasaputra.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duanasaputra.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duanasaputra.wordpress.com/53/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duanasaputra.wordpress.com&amp;blog=6858191&amp;post=53&amp;subd=duanasaputra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duanasaputra.wordpress.com/2009/03/31/kapan-mobil-bertemu-pada-saat-berlawanan-arah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/15e7fab0aee1b82796013bbcecc96639?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">duanasaputra</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duanasaputra.files.wordpress.com/2009/03/gambar-soal-31.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gambar-soal-31</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duanasaputra.files.wordpress.com/2009/03/t121.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">t121</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duanasaputra.files.wordpress.com/2009/03/soal-nomor-1-t11.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">soal-nomor-1-t11</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duanasaputra.files.wordpress.com/2009/03/soal-nomor-1-t2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">soal-nomor-1-t2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kapan mobil itu bertemu saat berjalan searah&#8230;.?</title>
		<link>http://duanasaputra.wordpress.com/2009/03/31/kapan-mobil-itu-bertemu-saat-berjalan-searah/</link>
		<comments>http://duanasaputra.wordpress.com/2009/03/31/kapan-mobil-itu-bertemu-saat-berjalan-searah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Mar 2009 07:03:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>duanasaputra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dinamika]]></category>
		<category><![CDATA[Fisika Dasar]]></category>
		<category><![CDATA[tugas dinamika]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duanasaputra.wordpress.com/?p=47</guid>
		<description><![CDATA[Jika diketahui ,seperti gambar di bawah ini: Maka hitunglah kapan kedua mobil itu bertemu? Penyelesaian: s = sA &#8211; sB s = (VoA + ½ aA.t2) &#8211; (VoB + ½ aB.t2) s = (VoA &#8211; VoB)t + ½ (aA &#8211; aB)t2 ½ (aA &#8211; aB)t2 + (VoA &#8211; VoB)t – s = 0 x 2 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duanasaputra.wordpress.com&amp;blog=6858191&amp;post=47&amp;subd=duanasaputra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika diketahui ,seperti gambar di bawah ini:<br />
<img class="alignnone size-full wp-image-48" title="mobil-searah1" src="http://duanasaputra.files.wordpress.com/2009/03/mobil-searah1.jpg?w=460" alt="mobil-searah1"   /></p>
<p>Maka hitunglah kapan kedua mobil itu bertemu?</p>
<p>Penyelesaian:</p>
<p>s = sA &#8211; sB<span id="more-47"></span></p>
<p>s = (VoA + ½ aA.t2) &#8211; (VoB + ½ aB.t2)</p>
<p>s = (VoA &#8211; VoB)t + ½ (aA &#8211; aB)t2</p>
<p>½ (aA &#8211; aB)t2 + (VoA &#8211; VoB)t – s = 0 x 2</p>
<p>(aA &#8211; aB)t2 + 2(VoA &#8211; VoB)t – 2s = 0</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-49" title="t12-baru" src="http://duanasaputra.files.wordpress.com/2009/03/t12-baru.jpg?w=460" alt="t12-baru"   /><br />
<img class="alignnone size-full wp-image-50" title="t1-no-2" src="http://duanasaputra.files.wordpress.com/2009/03/t1-no-2.jpg?w=460" alt="t1-no-2"   /></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-51" title="t2-no-21" src="http://duanasaputra.files.wordpress.com/2009/03/t2-no-21.jpg?w=460" alt="t2-no-21"   /></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duanasaputra.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duanasaputra.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duanasaputra.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duanasaputra.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/duanasaputra.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/duanasaputra.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/duanasaputra.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/duanasaputra.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duanasaputra.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duanasaputra.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duanasaputra.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duanasaputra.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duanasaputra.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duanasaputra.wordpress.com/47/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duanasaputra.wordpress.com&amp;blog=6858191&amp;post=47&amp;subd=duanasaputra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duanasaputra.wordpress.com/2009/03/31/kapan-mobil-itu-bertemu-saat-berjalan-searah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/15e7fab0aee1b82796013bbcecc96639?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">duanasaputra</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duanasaputra.files.wordpress.com/2009/03/mobil-searah1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">mobil-searah1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duanasaputra.files.wordpress.com/2009/03/t12-baru.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">t12-baru</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duanasaputra.files.wordpress.com/2009/03/t1-no-2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">t1-no-2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duanasaputra.files.wordpress.com/2009/03/t2-no-21.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">t2-no-21</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Vektor</title>
		<link>http://duanasaputra.wordpress.com/2009/03/11/vektor/</link>
		<comments>http://duanasaputra.wordpress.com/2009/03/11/vektor/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Mar 2009 04:21:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>duanasaputra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fisika Dasar]]></category>
		<category><![CDATA[Vektor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duanasaputra.wordpress.com/?p=33</guid>
		<description><![CDATA[Pada pertemuan kedua pembahasan berlanjut ke materi vektor dan pengoperasiannya Vektor merupakan besaran fisik yang mempunyai besar dan arah serta dapat memenuhi aturan-aturan operasi vektor Vektor digambarkan sebagai garis berarah (anak panah) dan itulis dengan huruf kecil bergaris di atasnya. clip_image0023 Vektor ā Arah garis menunjukkan arah vektor. Panjang garis menunjuk kan besar vektor. Besar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duanasaputra.wordpress.com&amp;blog=6858191&amp;post=33&amp;subd=duanasaputra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada pertemuan kedua pembahasan berlanjut ke materi vektor dan pengoperasiannya</p>
<p>Vektor merupakan besaran fisik yang mempunyai besar dan arah serta dapat memenuhi aturan-aturan operasi vektor</p>
<p>Vektor digambarkan sebagai garis berarah (anak panah) dan itulis dengan huruf kecil bergaris di atasnya.</p>
<p>clip_image0023</p>
<p>Vektor ā</p>
<p>Arah garis menunjukkan arah vektor. Panjang garis menunjuk kan besar vektor. Besar (panjang) vektor ā, ditulis | ā | atau a.</p>
<p>Vektor nol adalah vektor dengan panjang nol, ditulis O. Vektor satuan adalah vektor dengan panjang satu satuan panjang. Bila | ā | = l, maka ā adalah vektor satuan.</p>
<p>Kesamaan dan Operasi Vektor</p>
<p>Kesamaan</p>
<p>Dua vektor ā dan b dikatakan sama, ditulis ā = b , jika dan hanya jika kedua vektor tersebut sejajar searah dan sama panjang. Semua vektor dapat dianggap bertitik awal sama,</p>
<p>clip_image0041<span id="more-33"></span></p>
<p>ā = b ≠ c</p>
<p>Perkalian Skalar Dengan Vektor</p>
<p>Bila α skalar (bilangan) dan ā vektor,maka perkalian α dengan ā, a ā adalah vektor.</p>
<p>Panjang a ā =|α|| ā |; |α| harga mutlak dari α.</p>
<p>Arah a ā. Bila α &gt; 0,maka a ā sejajar searah dengan ā.</p>
<p>Bi1a α &lt; 0, maka a ā sejajar berlawanan arah dengan ā.</p>
<p>clip_image006</p>
<p>Vektor-vektor 2ā dan – ā</p>
<p>Penjumlahan Vektor</p>
<p>Jumlah vektor ā dan b, ditulis ā +b = c didefinisikan sebagai berikut:</p>
<p>clip_image008</p>
<p>ā +b = c</p>
<p>Vektor c adalah diagonal yang dibentuk oleh ā dan b</p>
<p>Selisih Vektor</p>
<p>ā – b = ā + (-1) b ; Lihat gbr. 1.5</p>
<p>clip_image010</p>
<p>a – b</p>
<p>ā – b adalah vektor bermula di ujung b dan berakhir di ujung ā.</p>
<p>Untuk jumlah dan selisih vektor berlaku :</p>
<p>a + b = b + a , komutatif</p>
<p>(ā+b)+c=ā+(b+c),asosiatif</p>
<p>α (a+ b)= α ā ± α b,distributif</p>
<p>Perkalian Skalar</p>
<p>Perkalian skalar a dan b didefinisikan sebagai :</p>
<p>a . b = ab cos θ</p>
<p>“≡” berarti didefinisikan. ā. b , baca ā titik b.</p>
<p>θ sudut di antara ā dan b.</p>
<p>ā.b &gt; 0 , bila θ lancip ( 0 &lt; θ &lt; 90°)</p>
<p>ā.b &lt; 0 , bila θ tumpul (90° &lt; θ &lt; 180°).</p>
<p>clip_image012</p>
<p>Bila θ = 90° (ā ┴ b), maka ā.b = 0 . Sebaliknya bila ā.b = 0, berarti ā ┴ b.</p>
<p>Untuk produk skalar berlaku :</p>
<p>ā.b = b . ā</p>
<p>(ā + b).c = ā .c + b.c</p>
<p>Perkalian Vektor</p>
<p>Perkalian vektor ” ā kali b” atau ” ā silang b” ,</p>
<p>ā × b = c</p>
<p>didefinisikan sebagai berikut :</p>
<p>Arah c tegaklurus pada ā dan tegaklurus pada b, menurut arah sekrup kanan yang diputar dari ā ke b. Panjang c sama dengan ab sin θ, dimana θ adalah sudut diantara ā dan b, jadi luas dari jajaran genjang yang dibentuk oleh ā dan b.</p>
<p>clip_image014</p>
<p>ā × b = c</p>
<p>Untuk produk vektor tidak berlaku hukum komutatif dan distributif</p>
<p>ā × b ≠ b × ā = &#8211; ā × b</p>
<p>(ā × b) × c ≠ a × (b × c)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duanasaputra.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duanasaputra.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duanasaputra.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duanasaputra.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/duanasaputra.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/duanasaputra.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/duanasaputra.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/duanasaputra.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duanasaputra.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duanasaputra.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duanasaputra.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duanasaputra.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duanasaputra.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duanasaputra.wordpress.com/33/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duanasaputra.wordpress.com&amp;blog=6858191&amp;post=33&amp;subd=duanasaputra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duanasaputra.wordpress.com/2009/03/11/vektor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/15e7fab0aee1b82796013bbcecc96639?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">duanasaputra</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
